D I A J E N G L E S T A R I TUMBUH BERSAMA PARA DESAINER

http://109.199.119.180/ D IAJENG pat pelajaran berhar sewaktu belajar ilmu poli tik di Universitas Indo sia. Perempuan 30 tahun ini memahami, ke an bangsa tidak me Lestari menda kune lu at ga- – – — lu ditentukan oleh stabilitas politik, tapi juga dipengaruhi oleh kesejahteraan rakyatnya. Filosofi ini menuntun Diajeng menapaki karier sebagai pebisnis. Dia memilih bisnis e-commerce busana perempuan muslim karena melihat sektor ini belum digarap serius, padahal pasarnya sangat menjanjikan. Diajeng lantas mendirikan HijUp, situs web penjualan busana muslim, pada 2011. D H Y T A C A T U R A N I MELAWAN SAMPAI KE DUNIA MAYA S EMANGAT ada dalam darah Dhyta Ca tika duduk di bang seko dia mengirimkan surat dukung turani sejak belia. Ke lah menengah atas, an kepada maha aktivis sudah ku– siswa Universitas Gadjah Mada yang kerap berunjuk rasa menentang Presiden Soeharto.

Ia terlibat pergerakan mahasiswa saat memasuki Jurusan Sosiologi UGM pada 1994. Konsistensi perlawanan disuarakan perempuan 41 tahun itu di Kota Gudeg. Dari mengikuti kelompok diskusi Tegak Lima, bergabung dengan Partai Rakyat Demokratik, hingga berdemonstrasi menumbangkan rezim Soeharto pada 1998. Berbagai represi dan kekerasan fisik aparat negara dirasakannya. Peristiwa yang pa- “Saya sering kesulitan mencari busana muslim yang trendi di pusat perbelanjaan,” ujarnya saat ditanyai alasannya mendirikan HijUp. HijUp kini menaungi sekitar 200 desainer dan memiliki pelanggan di 100 negara. Dengan pertumbuhan omzet lima kali lipat per tahun, Diajeng tidak tumbuh sendiri. Bisnis para desainer mitranya ikut mekar bersama HijUp.

Banyak desainer yang sebelumnya hanya mempunyai satu gerai kini sudah memiliki beberapa gerai. Diajeng menerapkan standar kualitas tinggi bagi karya-karya yang hendak ditampilkan di situsnya. Produk desainer harus melewati proses seleksi ketat. “Kualitas bahan, kerapian jahitan, kreativitas, dan kebaruan model menjadi penilaian utama,” dia menjelaskan. Mimpi Diajeng: Indonesia bisa menjadi pemain utama bisnis busana dunia, bersanding dengan Italia atau Prancis. Langkah menuju pentas dunia mulai terbuka ketika Februari lalu, atas undangan British Council, HijUp memamerkan produknya di London Fashion Week.