Membuka Celah Pasar Udang Bongkok Bagian 3

Penyakit Baru Pendiri Seafood.com itu menjelaskan, serangan penyakit turut memukul suplai udang di China. Dalam tiga tahun terakhir produksi turun dari 789 ribu ton pada 2015 ke 520 ribu ton tahun lalu. Sentra budidaya ada di Provinsi Guangdong, Fujian, Jiangsu, Guangxi, Shandong, Hebei, dan Hainan. Beberapa pembudidaya mengadopsi teknologi dan pengawasan biologi yang lebih baik untuk menghadapi penyakit. Sementara, Thailand perlahan bangkit setelah serangan EMS sepanjang 2012 yang menyebabkan produksi anjlok ke level 200 ribuan ton pada 2014. Ini angka terendah sejak 2008. Produksi ter tinggi di atas 600 ribu ton terjadi saat 2010.

Tahun lalu suplai si bongkok 310 ribuan ton dari sebelumnya 360 ribuan ton. Di Vietnam produksi udang vaname (Liptopenaeus vannamei) dan windu (Penaeus monodon) me ningkat dengan sistem efisiensi biaya. Angkanya mendekati 400 ribu ton 2016, mencapai 430 ribuan ton 2017, dan nyaris menyentuh 500 ribu ton pada 2018. Kontribusi windu dalam tiga tahun itu rerata 100 ribu ton. Budidaya udang, serunya, juga menghadapi penyakit baru Shrimphemocyte Iridescent Virus (SHIV).

Penyakit ini mengakibatkan kematian dini yang cukup berat seperti EMS dan bisa dideteksi pada induk. SIHV mulanya ditemukan di China dan beberapa laporan di Vietnam. Produksi udang India pun menghadapi penyakit umum, bukan SIHV. “Tidak ada udang yang dieradikasi apakah itu white spot, EMS, atau Taura. Sebagai gantinya, pembudidaya menerapkan metode produksi dan bio sekuriti yang lebih baik. Ini yang membuat industri akuakultur komersial lebih tangguh,” urai Master of Art lulusan The University of Rhode Island, AS itu. Outlook 2019-2020 Produksi udang tahun ini, ulas Sackton, sangat dipengaruhi faktor harga.

Permintaan udang global tetap tinggi dengan harga meningkat dan volume menurun seperti penurunan produksi udang di Argentina tahun lalu. “Risiko utama budidaya udang adalah penurunan pada produksi India di 2019 setelah pertumbuhan mencapai puncak. Kestabilan yang lebih baik di area lain harus mengimbangi ini,” katanya. Lantas, perubahan produksi domestik China turut mempengaruhi Ekuador yang banyak meng ekspor udang ke Negeri Tirai Bambu itu.

baca juga artikel lanjutannya di https://ifwemissitwewillfixit.com/membuka-celah-pasar-udang-bongkok-bagian-4/