Membuka Celah Pasar Udang Bongkok Bagian 5

Menilik data UN Comtrade 2017, ekspor udang dunia didominasi India yang mencapai 576 ribu ton (20%), Ekuador 439 ribu ton (16%), China dan Thailand masing-masing 214 ribu ton (8%), Indonesia 186 ribu ton (7%), Argentina 183 ribu ton (6%), dan lainnya 996 ribu ton (35%). “Indonesia eksportir udang terbesar ke-5 dunia dengan pangsa pasar sebesar 7%,” ujar Rifky. Di Indonesia si bongkok menjadi andalan ekspor perikanan. Di antara produk perikanan lainnya, ekspor udang menempati nilai tertinggi, US$1,46 miliar pada periode Januari–Oktober 2018. Angka ini melebihi ekspor tuna yang sebesar US$498,37 juta dan rumput laut US$241,59 juta.

Sementara, volumenya 165,12 ribu ton atau urutan kedua setelah rumput laut yang berjumlah 175,64 ribu ton. Nilai ekspor perikanan Indonesia keseluruhan mencapai US$3,12 miliar dengan volume 621,20 ribu ton. Tahun lalu ekspor udang senilai US$1,42 miliar dengan jumlah 146,66 ribu ton. Tujuan ekspor udang nasional ke AS 69,86%, Jepang 20,76%, UE 5,09%, ASEAN 2,40%, dan China 1,89%. Saat ini Indonesia menjadi pemimpin pasar udang olahan di AS. “Tapi,” ungkap Rifky, “Kita baru kuat di pantai timur Amerika. Kita mau memperkuat lagi posisi di Pantai Barat.” Pantai Barat masih dikuasai pemasok India. Pun ekspor ke pasar UE masih sangat kecil. Dari US$6 miliar pasar Eropa, kontribusi kita sekitar US$84 juta atau di posisi 16 besar. Ekspor udang ke negaranegara UE dipimpin Ekuador.

Peluang Perang Dagang Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan menegaskan, dalam era perang dagang China dan AS, industri pangan tetap bergairah. Indo nesia bisa mengambil peluang memenuhi pasar udang dunia. Ter lebih, AS membebaskan bea masuk produk perikanan Indonesia sejak Juli 2015. Kebijak an tarif 0% ini sebagai hadiah penegakan aturan illegal, unreported, and unrepor ted (IUU) fishing oleh kapal asing di perairan Nusantara. Sebelumnya AS menetapkan bea ma suk 12%-36%. “Saya harap pelaku bisnis ambil momentum ini untuk berlari ken cang mengisi pasar yang tidak bisa lagi diha silkan oleh China.

Jangan ulangi kejadian 2004. Ekspor meningkat tajam tapi hasil transshipment dari China dan Thailand,” tegas Susi. Karena hal itu, AS nyaris mengembargo Indonesia. Ia menuturkan, bisnis udang harus memperhatikan keberlanjutan, terutama kesehatan lingkungan. “Supermarket (level) atas di Eropa banyak sekali produk Ekuador, heads on (udang dengan kepala). Diklaim bebas antibiotik dan bahan aditif apapun. Sesuai life style zaman ini, globalisasi akan mempengaruhi banyak.

Berita makan sehat di Amerika akan berkembang ke mana-mana,” paparnya dalam Konferensi Pers Refleksi 2018 dan Outlook 2019 KKP. KKP pun merencanakan program tambahan ekspor udang US$1 miliar dalam tiga tahun ke depan dengan mendongkrak produksi. Rifky menambahkan, potensi pasar udang yang masih besar itu perlu dukungan penuh sektor hulu karena eksportir kekurangan bahan baku. “Ternyata UPI (Unit Pengolahan Ikan) udang itu baru beroperasi di kisaran 60%. Mereka kekurangan bahan baku,” tandasnya.