MENYELAMATKAN HARIMAU TERLUKA

D OKTER Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Erni Suyanti Musabine, tak bisa melupakan betapa susahnya mengevakuasi Elsa, harimau yang hewan di Balai terjerat pemburu liar pada awal April 2014. Saat ditemukan, kondisi Elsa sangat menyedihkan. Kakinya sudah busuk. Bersama empat rekannya, Erni Suyanti kemudian membawa harimau itu ke kantornya. Lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya, yang akrab disapa Yanti itu segera melakukan operasi amputasi untuk menolong Elsa.

Setelah operasi, persoalan berikutnya muncul. ”Tidak ada fasilitas memadai unharimau yang sempat memangsa penduduk di perkebunan karet dan sawit di Kabupaten Seluma, Bengkulu. Setelah Giring dirawat, Yanti mengantarnya dengan perahu menyeberangi Sungai Seblat selebar 30 meter menuju Taman Wisata Alam Seblat, Bengkulu, rumah baru harimau itu.

Giring memang sudah dibius, tapi tidak dikurung. Yanti memeluk kepala Giring selama penyeberangan mendebarkan itu. ”Tidak ada rasa takut, saya yakin bisa melakukannya,” katanya.