Membuka Celah Pasar Udang Bongkok Bagian 4

Gorjan Nikolik, Senior Seafood Analyst Rabobank menjelaskan, kenaikan produksi udang tahun ini akan berlanjut seiring kebang kitan dari epidemi EMS. Pertumbuhan suplai yang cukup kuat mulai terlihat selama 2017 dan semakin menguat di pertengahan 2018. “Kami memperkirakan momentum yang baik da lam pertumbuhan suplai ini akan berlanjut 2019 dan seterusnya. Lebih dari 50% pertumbuhan produksi pada 2020 kemungkinan ada di tiga negara utama–India, Ekuador, dan Vietnam, meski pertumbuhan budidaya udang India melambat pada 2018,” ucap Gorjan dikutip Thefishsite.com.

Penurunan harga udang dimulai awal tahun lalu karena pertumbuhan suplai yang kuat. Harga ini pun turun tajam selama pertengahan 2018. “Harga agak membaik dan diperkirakan mencapai puncak pada Tahun Baru China. Tetapi, koreksi harga lain potensial terjadi jika suplai lebih kuat daripada perkiraan di pertengahan 2019,” cetusnya. Menurut James Anderson, Direktur the Institute for Sustainable Food Systems & Food and Resource Economics, University of Florida, produksi udang dunia meningkat lebih dari 18% pada 2020.

Yang memimpin pertumbuhan itu Ekuador, Honduras, Panama, dan Arab Saudi. Semua produsen utama udang budidaya, seperti Asia Tenggara, China, India, AS, dan Timur Tengah/Afrika Utara, memprediksi kenaikan produksi pada 2020 daripada saat ini. Peningkatan suplai berkisar antara 6%–19,4% diban dingkan pada 2015. Dalam GOAL Conference 2018, Anderson mengatakan, vaname menguasai 77% produksi udang budidaya. Selebihnya, diisi windu dan udang galah (Macro brachium rosenbergii). Volume vaname mencapai 42% dari total produksi udang dunia. Sementara, produksi udang tangkapan cenderung stagnan atau menurun dalam 30 tahun terakhir.

Pasar Global Rifky Effendi Hardijanto, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjelaskan, nilai perdagangan udang global pada 2017 mencapai US$24,47 miliar, naik dari sebelumnya US$20,15 miliar. Konsumen utama udang global yaitu AS 27,5%, Vietnam 13,4%, dan Jepang 10,4%. Nilai impor udang AS sebesar US$6,73 miliar, Vietnam US$3,27 miliar, Jepang US$2,53 miliar, Uni Eropa (UE) US$6,07 miliar yang disumbang Spanyol US$1,26 miliar, dan China US$0,75 miliar. “Vietnam mengimpor udang dari India untuk diekspor kembali,” imbuhnya.

baca juga artikel lanjutannya di https://ifwemissitwewillfixit.com/membuka-celah-pasar-udang-bongkok-bagian-5/

Membuka Celah Pasar Udang Bongkok Bagian 3

Penyakit Baru Pendiri Seafood.com itu menjelaskan, serangan penyakit turut memukul suplai udang di China. Dalam tiga tahun terakhir produksi turun dari 789 ribu ton pada 2015 ke 520 ribu ton tahun lalu. Sentra budidaya ada di Provinsi Guangdong, Fujian, Jiangsu, Guangxi, Shandong, Hebei, dan Hainan. Beberapa pembudidaya mengadopsi teknologi dan pengawasan biologi yang lebih baik untuk menghadapi penyakit. Sementara, Thailand perlahan bangkit setelah serangan EMS sepanjang 2012 yang menyebabkan produksi anjlok ke level 200 ribuan ton pada 2014. Ini angka terendah sejak 2008. Produksi ter tinggi di atas 600 ribu ton terjadi saat 2010.

Tahun lalu suplai si bongkok 310 ribuan ton dari sebelumnya 360 ribuan ton. Di Vietnam produksi udang vaname (Liptopenaeus vannamei) dan windu (Penaeus monodon) me ningkat dengan sistem efisiensi biaya. Angkanya mendekati 400 ribu ton 2016, mencapai 430 ribuan ton 2017, dan nyaris menyentuh 500 ribu ton pada 2018. Kontribusi windu dalam tiga tahun itu rerata 100 ribu ton. Budidaya udang, serunya, juga menghadapi penyakit baru Shrimphemocyte Iridescent Virus (SHIV).

Penyakit ini mengakibatkan kematian dini yang cukup berat seperti EMS dan bisa dideteksi pada induk. SIHV mulanya ditemukan di China dan beberapa laporan di Vietnam. Produksi udang India pun menghadapi penyakit umum, bukan SIHV. “Tidak ada udang yang dieradikasi apakah itu white spot, EMS, atau Taura. Sebagai gantinya, pembudidaya menerapkan metode produksi dan bio sekuriti yang lebih baik. Ini yang membuat industri akuakultur komersial lebih tangguh,” urai Master of Art lulusan The University of Rhode Island, AS itu. Outlook 2019-2020 Produksi udang tahun ini, ulas Sackton, sangat dipengaruhi faktor harga.

Permintaan udang global tetap tinggi dengan harga meningkat dan volume menurun seperti penurunan produksi udang di Argentina tahun lalu. “Risiko utama budidaya udang adalah penurunan pada produksi India di 2019 setelah pertumbuhan mencapai puncak. Kestabilan yang lebih baik di area lain harus mengimbangi ini,” katanya. Lantas, perubahan produksi domestik China turut mempengaruhi Ekuador yang banyak meng ekspor udang ke Negeri Tirai Bambu itu.

baca juga artikel lanjutannya di https://ifwemissitwewillfixit.com/membuka-celah-pasar-udang-bongkok-bagian-4/

Membuka Celah Pasar Udang Bongkok Bagian 2

Volumenya yang melebihi 45 ribu ton pada 2015, anjlok di bawah 25 ribu ton pada 2016 kemudian jadi 15 ribu ton 2017. Tahun lalu suplainya berkisar 16 ribu ton. Produksi udang coldwater, tambahnya, stagnan selama 2017-2018. Volume berkisar 225 ribu ton dengan kenaikan suplai di Greenland dan Laut Barents. Sumber lain dari Laut Utara, Islandia, Skagerrak (Selat antara Norwegia dan Denmark), Kanada, dan Norwegia. Udang Budidaya Sackton menuturkan, NFI memprediksi udang budidaya tumbuh di atas 6% pada 2018.

Meski menghadapi hantaman penyakit, volume terus naik sejak 2014. Bahkan, dua tahun terakhir mengalami perbaikan produksi, menembus 3 juta ton lebih. Tahun lalu sejumlah ekspektasi pun terbukti, yaitu pertumbuhan udang India di bawah harapan sedangkan Ekuador melebihi dugaan. Vietnam mengalami perbaikan produksi dan Thailand meningkatkan efisiensi. Indonesia sangat stabil, tetapi di China masalah penyakit belum berkurang. “Konferensi Global Outlook for Aquaculture Leadership (GOAL) mengharapkan pertumbuhan 6% terus berlanjut di 2019 dan 2020,” tukasnya.

Pertumbuhan udang di India terwujud melalui pembukaan area dan kolam baru. Produksi naik pesat dari 500 ribuan ton 2016, mendekati 700 ribu ton di 2017, dan tahun lalu turun menjadi 600 ribu ton. FAO menyebut, suplai dan harga udang India, penghasil udang budidaya kedua dunia, cenderung mempengaruhi perda gangan internasional. Pembudidaya di selatan India menerapkan padat tebar rendah dan tunda tebar untuk menyesuaikan suplai. Namun, pembudi daya di Odisha, Bengali Utara, dan Pantai Barat justru investasi dalam jumlah besar buat menghadapi musim puncak budidaya periode Juli – Oktober.

Memasuki Ekuador, ulas Sackton, peningkatan produksi tercapai lewat efisiensi. Tren produksi udang menanjak sejak 2008 meski sempat turun sedikit saat 2010. Volumenya dari 150 ribuan ton menjadi 500 ribuan ton. Efisiensi dilakukan dengan menggunakan kolam lebih luas, memendekkan siklus budidaya, dan menurunkan padat tebar. Cara ini bisa memperbaiki produktivitas udang dari 0,5 ton/ha menjadi 1-2 ton/ha dengan dua musim budidaya setahun. “Ekuador memiliki potensi lebih tinggi daripada India,” ungkapnya pada World Congress on Global Fisheries Production 2018.

baca juga artikel lanjutannya di https://ifwemissitwewillfixit.com/membuka-celah-pasar-udang-bongkok-bagian-3/

Membuka Celah Pasar Udang Bongkok Bagian 1

Rabobank meramal produksi udang dunia semakin menguat dua tahun ke depan. Tahun lalu suplai si bongkok bangkit lagi selepas serangan Mortality Syndrome (EMS). India, Early Ekuador, dan Vietnam bakal mengambil posisi penting dalam suplai. Harga udang pun ditaksir membaik dan mencapai puncak pada perayaan Imlek. Bagaimana peran Indonesia sebagai produsen utama kelima udang global? Suplai Dunia John Sackton, peneliti dan analis pasar seafood dari The National Fisheries Institute (NFI) memaparkan, suplai udang dunia mayoritas dari udang budidaya. Hanya 23% berupa udang tangkapan, termasuk udang coldwater (perairan dingin) atau Pandalus borealis.

Mengacu Organisasi Pangan Dunia (FAO), perdagangan udang 2016 terdiri dari udang budidaya 77,3% atau mendekati 4,5 juta ton, tangkapan 17,4% atau 1 jutaan ton, dan coldwater 5,3% atau 0,3 jutaan ton. Produsen utama udang budidaya ialah China 32%, Indonesia dan Vietnam 16%, India 13%, Ekuador 11%, Thailand 9%, serta Meksiko 3%. Argentina, lanjut Co-founder NFI itu, penghasil udang tangkapan terbesar dengan volume nyaris 250 ribu ton pada 2017 lalu turun ke 200 ribuan ton saat 2018. Produksi terbanyak pada Juli sampai September.

Produsen udang tangkapan lainnya adalah Guyana, Pakistan, Filipina, Guatemala, Panama, Australia, Honduras, Meksiko, Nikaragua, Venezuela, Bolivaria, Madagaskar, dan negara lain, termasuk China juga Indonesia. Produksi udang Meksiko cenderung stabil. Volume udang tangkapan stabil di kisaran 85 ribu ton pada 2016-2017. Angka ini lebih kecil daripada udang budi daya yang berkisar 140 ribu ton di 2016 dan sedikit lebih tinggi sepanjang 2017. Menuju Amerika Tengah dan Karibia, produksi udang tangkapan cenderung stabil, sekitar 40 ribu ton.

Udang seabob (Xiphopenaeus kroyeri) dari Guyana dan Suriname signifikan menyumbang dua pertiga suplai tersebut. Digabung dengan udang budidaya, produksi udang di kawasan tersebut lebih dari 140 ribu ton pada 2017. Di Amerika Serikat (AS), suplai udang gulf shrimp tangkapan dua tahun ini relatif tetap, sekitar 45 ribu ton. Namun, udang itu tidak masuk dalam perdagangan internasional. Sementara, produksi udang pink (Pandalus jordani) tangkapan mulai mengalami pemulihan.

baca juga artikel lanjutannya di https://ifwemissitwewillfixit.com/membuka-celah-pasar-udang-bongkok-bagian-2/

Beragam Komponen Penting Pada Mesin Genset

Komponen Penting Pada Genset

Komponen Penting Pada Genset – Dalam sebuah mesin genset terdapat beberapa komponen penting yang memiliki fungsi yang berbeda- beda saat mesin dioperasikan. Untuk menentukan harga mesin genset, maka para distributor genset melihat komponen yang digunakan dan harga dipasaran. Pusat genset Manado menyediakan berbagai jenis mesin genset yang berkualitas dengan harga yang bersahabat.

Komponen- Komponen Mesin Genset dan Fungsinya

Komponen- komponen inti pada mesin genset seperti mesin, emergency stop, sound proofing, kill battery switch, exhaust system, alternator dan fuel tank yang digabungkan menjadi satu kesatuan sehingga terbentuklah mesin genset. Berikut ini penjelasan singkat tentang fungsi dari komponen- komponen tersebut.

Mesin

Mesin merupakan komponen utama pada mesin genset dan berfungsi untuk menghasilkan sumber energi input mekanis untuk sebuah generator. Sedangkan eneri yang dihasilkan menyesuaikan dengan kapasitas genset.

Emengency stop

Setiap unit genset dilengkapi dengan emergency stop, yang berfungsi untuk memastikan mesin genset dalam kondisi darurat.

Sound proofing

Sound proofing di desain dengan menggunakan kepdatan bahan busa dengan kualitas tinggi, sehingga berfungsi sebagai peredam suara yang baik dan tahan terhadap api.

Killed battery switch

Setiap unit mesin genset dilengkapi dengan killed battery switch yang fungsinya untuk memastikan daya aki tetap terjaga denga baik meskipun mesin genset digunakan dalam waktu yang lama.

Exhaust system

Desain ventilasi dan knalpot untuk pembuangan udara panas dibuang dengan baik dan efisien. Selain itu juga untuk memastikan srkulasi udara dan peredaman suara yang baik.

 Alternator

Pada komponen ini akan menghasilkan arus listrik yang dijalankan oleh mesin dari input secara mekanis. Dalam alternator ini masih terdapat dua komponen penting yaitu stator yang berisi set konduktor listrik dan rator berfungsi sebagai penggeraknya.

Fuel tank

Setiap unit mesin genset memiliki tangki solar yang mampu mensuplai operasional hingga 8 sampai 10 jam bekerja.

Setiap mesin genset memiliki komponen yag hampir sama, namun dengan berkembangnya jaman dimana teknologi semakin canggih. Maka dari itu banyak terjadi peningkatan agar memudahkan para konsumen dalam pengoprasian mesin genset.

Menyambut Cerahnya Agribisnis

Mengawali pandangannya tentang prospek agribisnis 2018, Prof. Bungaran Saragih mengungkap mem- baiknya perekonomian dunia yang mengalami re – sesi sejak 2008-2009. Tanda-tanda positif itu telah muncul di mana-mana. Tiga ekonomi besar dunia seperti China, Amerika Serikat, dan India menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik. Sementara di dalam negeri, dua gelaran besar yakni pemilih – an kepala daerah (pilkada) serentak dan Asian Games akan berlangsung tahun ini. Dua-duanya akan mendatangkan permintaan produk-produk pertanian dalam arti luas. Sektor pertanian kita juga tengah digeber habis-habisan oleh pemerintah dengan anggaran yang masih sangat besar, Rp22,6 triliun. Ini hanya untuk kenaikan produk pangan. Tentu saja belanja pemerintah ini akan mendorong pertumbuhan produksi dan permintaan.

Contoh yang paling terlihat adalah berbagai benih tanaman dan bibit ternak akan banyak diminta untuk memberikan bantuan kepada petani dan peternak. Demikian pula alat dan mesin pertanian masih digelontorkan untuk mendongkrak produktivitas. Karena itu, Bungaran berhipotesis, pertanian dan pangan pada 2018 akan bergerak ke arah positif. Namun pelaku usaha harus tetap berhati-hati karena faktor tak terduga dari internasional dan perubahan iklim sedang berlangsung. Sementara Arief Daryanto, Direktur Sekolah Bisnis IPB berpendapat, dari sisi permintaan secara ekonomi makro sektor pertanian masih akan tumbuh dengan sangat baik karena mau tidak mau orang masih butuh makan. Perekonomian nasional akan tumbuh 5,2%-5,4%. Jadi, menurutnya, agribisnis tetap akan tumbuh dan berkembang. Hanya saja komposisi produk pertanian yang ditawarkan harus berbeda. Indo – nesia sebaiknya sudah bergeser dalam memandang pertani – an. Jangan lagi terpaku pada komoditas, tetapi lebih pada penciptaan nilai tambah. Dan pertimbangkan pula konsumen akan beralih dari pangan pokok karbohidrat ke komoditas bernilai tinggi. Praktik budidayanya pun menuntut efisiensi dan lebih sehat bagi konsumen. Bagaimana evaluasi dan prospek agribisnis menurut pandangan pelakunya di Tanah Air? Ikuti rubrik fokus edisi ini.

Perangkat Penting untuk Mengelola Lahan Pertanian

GibGro 10 SP

GibGro 10 SP merupakan zat pengatur tumbuh dengan kandung an asam Giberelat 10% yang berfungsi untuk meningkatkan hasil panen padi hingga 20%. Aplikasi cukup de – ngan 40 sachet GibGro 10 SP kemasan 1 gram untuk dua kali aplikasi per hektar, yaitu pada umur 45 dan 65 hari setelah tanam (HST). Gibgro 10 SP juga terbukti mampu meningkatkan produksi jagung hingga 30%, hanya de – ngan 40 g per hektar untuk dua kali aplikasi pada umur 20 dan 45 HST. Un tuk informasi lebih leng kap, bisa dilihat di www.nufarm.co.id

Traktor Kubota

L3608 Traktor Kubota L3608 dan Bajak Rotary Kubota KRX164 bisa menyempurnakan proses pengolahan lahan dengan keuntungan yang optimal. Bagi kontraktor pertanian, siklus kerja menggunakan traktor dan bajak rotary lima kali lebih baik daripada menggunakan traktor tangan. Jasa sewa dari pengolahan lahan dengan traktor roda em – pat pun 10 kali lebih tinggi dari traktor tangan.

Lalu, apa ke – untungan bagi petani? Peng olah – an dengan bajak rotary mem buat tanah lebih halus yang memungkinkan pupuk tersebar merata sehingga penyerapannya maksimal. Dengan demikian, jumlah pupuk yang diperlukan lebih hemat 20% ketimbang pengolahan lahan dengan traktor tangan. Di sisi lain, produksi panen meningkat, bermutu, dan pendapatan lebih tinggi. PT Kubota Machinery Indonesia Tower A at EightyEight@Kasablanka Lantai 16 Jl. Raya Casablanka Kav. 88 Jakarta 12870 Telp. (021) 29568720 Faks. (021) 29568727 http://www.kubota-kmi.co.id/

Pupuk Terbaik untuk Pertanian

NPK Kujang 30-6-8 NPK

Kujang 30-6-8 plus organik adalah pupuk majemuk berkandungan N, P, dan K seimbang sesuai kebutuhan tanaman. Pupuk yang dikemas 5 kg, 25 kg, dan 50 kg ini dapat digunakan untuk pemupukan padi sawah, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, sawi, dan sayuran daun lainnya. Unsur haranya lengkap sehingga petani yang menggunakan pupuk ini tidak perlu menambahkan pupuk tunggal lainnya. Selain dapat mencegah kehilangan unsur hara karena bahan organik yang mampu meningkatkan kapasitas tukar kation tanah, pupuk ini juga dapat membuat tanah gembur, meningkatkan daya serap unsur hara, dan meningkatkan perkembangan mikroorganisme tanah.

PT Pupuk Kujang Jl. Jend. Ahmad Yani No. 39 Cikampek, Karawang 41373 Telp. 0800-100-300 (bebas pulsa) SMS Centre: 0819-100-100-37 Gro-maxx

Booster N, Merangsang Pertumbuhan Akar Tanaman

Gromaxx Booster N adalah salah satu rangkaian series organik dengan Teknologi Nano yang mempunyai banyak manfaat untuk pertumbuhan tanaman. Pemberian Gromaxx Booster N dapat menjadi solusi petani untuk menghemat penggunaan pupuk urea hingga 50% sehingga bisa menghindari kelebihan unsur N yang menjadikan tanaman rentan terkena hama & penyakit. Manfaat penting lainnya bisa mengurai senyawa kimia pada urea menjadi organik dan juga membantu penyerapan unsur hara makro dan mikro menjadi optimal pada akar tanaman yang mengaki – batkan populasi mikroba dan mikroorganisme di dalam tanah menjadi bertambah banyak serta membantu membersihkan tanah dari unsur logam yang dapat meracuni tanaman. Kombinasi yang tepat antara Booster N dan pupuk anorganik akan memberikan hasil yang cukup signifikan. Sudah sangat terbukti untuk bebe – rapa jenis tanaman.

Informasi lebih lanjut, hubungi : PT UMG Indonesia Jl. Tangkas Baru Blok E No.2 Jakarta Selatan (021) 5292 2778/ 79 WA: 0818 0888 0059 IG: gromaxx.id