Pilih Mobil Ramah Lingkungan Bagian 2

Kami sempat penasaran mengutak-atik segala sisi dasbor sebelum menemukan indikator MID di tengah panel instrumen yang bisa menggambarkan aliran daya antara mesin utama, motor listrik, baterai, dan distribusinya ke transmisi CVT XTRONIC. X-Trail Hybrid ditenagai mesin serupa dengan versi 2.0 CVT yang beredar di Indonesia, yakni unit 1.997 4 silinder bertenaga 147 dk dan torsi 206 Nm. Sementara motor listrik yang dipakai bertenaga 41 dk dan torsi 160 Nm.

Terbayang jika kedua pembangkit daya tersebut bekerja bersamaan mengalirkan tenaga ke roda depan. Oh ya, beda signifikan dengan model yang ada adalah dihilangkannya bangku baris ketiga. Bukan karena tidak dibutuhkan. Namun karena baterai lithium yang menyita ruang di bawah jok tengah dan sebagian area di bawah bagasi. Semoga harganya bisa kompetitif mengingat kemampuannya dalam mengolah BBM terbilang sangat baik. Terbukti dari klaim 20,6 km/l untuk pengujian dengan standar uji Jepang.

Nissan Esflow

Nissan Esflow hanya akan tampil di GIIAS 2015. Tampilannya unik dan begitu bergaya retro dengan kap mesin memanjang dan kokpit kecil di belakangnya. Spion samping sudah digantikan oleh kamera di dalam. Agar tetap proporsional, kaca depan dibuat lebih melandai dan memakan banyak ruang kokpit. Buritan pun melandai dan membuatnya terlihat seksi dari belakang.

Sepintas, mengingatkan pada sang Nissan Fairlady 370Z. Kesan futuristis terus berlanjut ke interior. Desain kokpit simpel tapi dengan lekuk panel mengkurva layaknya aliran udara. Jika biasanya hanya setir yang bisa diatur posisinya, pedalpedal Esflow juga dapat diatur posisinya untuk memastikan posisi duduk yang pas dan nyaman.

Sebagai sumber daya adalah sepasang motor listrik yang memutar kedua roda belakang secara terpisah. Distribusi tenaga ke roda kiri dan kanan pun bisa diatur secara elektronis sehingga membantu kestabilan saat manuver cepat. Dengan daya jangkau baterai hingga 240 km, ia butuh waktu di bawah 5 detik untuk menuntaskan sprint 0-100 km/jam.